![]() |
| Foto: Eduard Pope |
Tingkat kehamilan pada usia remaja di Kecamatan Wulanggitang terdata mengalami peningkatan mulai dari tahun 2018 kemarin. Karena itu, pemerintah berusaha mengambil langkah preventif antara lain melalui sosialisasi kesehatan reproduksi. Hal ini diungkapkan oleh Simon Sada, staf Puskesmas Boru saat membuka sosialisasi kesehatan reproduksi remaja kepada siswa SMPN 1 Wulanggitang, Sabtu (7/9/2019).
Berbicara pada kesempatan yang sama, Bidan Ester selaku keynote speaker menekankan bahwa kehamilan pada masa remaja tidak baik untuk kesehatan. "Masa remaja adalah masa pertumbuhan. Selain itu, secara ekonomis remaja belum siap untuk berumah tangga. Lebih jauh, kehamilan pada usia sekolah akan mematahkan masa depan yang sedang diperjuangkan melalui dunia pendidikan," demikian terang Ester. Di hadapan para siswa, Ester pun secara detail menjelaskan tentang alat-alat reproduksi remaja serta negative effects dari kehamilan masa remaja yang harus dihindari.
